Kamis, 22 Oktober 2026
Selasa, 13 Oktober 2026
DAULAH ABBASIYAH
PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM MASA DAULAH ABBASIYAH
1. Faktor Pendorong Gerakan Bani Abbas
Berdirinya Daulah Abbasiyah bermula dari gerakan bawah tanah yang dilakukan oleh Bani Abbas. Hal itu didorong oleh beberapa hal. Pertama, sistem kekhalifahan Daulah Umayyah lebih menonjolkan kedekatan nasab kekeluargaan. Sedangkan umat Islam saat itu tidak semuanya sepakat atas dominasi keluarga khalifah yang memonopoli sistem kekhalifahan Daulah Umayyah. Termasuk yang tidak sepakat terhadap monopili tersebut adalah Bani Abbas. Jika Bani Umayyah lebih menonjolkan nasab keluarga, Bani Abbas berpendapat bahwa bani Umayyah bukanlah berasal dari kelompok yang paling mulia derajat nasabnya dibandingkan dengan kelompok lainnya. Bahkan jika yang ditimbang adalah derajat nasab keluarga, kelompok bani Abbas masih lebih dekat dengan Rasulullah saw. Dan mestinya lebih pantas mewarisi kekhalifahan.
Kedua, Bani Abbas menganngap bahwa bani Umayyah mengambil tampuk kekhalifahan Islam secara paksa melalui tragedi Perang Siffin dan belum sepenuhnya disepakati oleh umat Islam. Apalagi ditambah dengan realita kepemimpinan Daulah Umayyah yang beberapa khalifahnya justru terkesan bermewah-mewahan yang kurang menjalankan ajaran Islam dengan baik. Sehingga mendorong Bani Abbas untuk mengambil alih kekuasaan Islam dari Daulah Umayyah.
2. Faktor Pendukung Terbentuknya Daulah Abbasiyah
Proses terbentuknya Daulah Abbasiyah juga didukung oleh beberapa faktor, antara lain: a. Konflik internal keluarga dan politik dalam negeri Daulah Umayyah. b. Adanya perlawanan terhadap Daulah Umayyah oleh kelompok Mawali, kelompok Dahaq bin Qais Asy-Syaibani dan kelompok Syiah yang menilai bahwa pemegang kekuasaan umat Islam adalah hak keturunan Ali bin Abi Thalib serta ingin menuntut tanggung jawab atas terbunuhnya Husein bin Ali di Karbala. c. Perpecahan yang terjadi antara suku Arab Utara dan Arab Selatan. d. Khalifah Marwan bin Muhammad (khalifah terakhir Daulah Umayyah) dianggap tidak memiliki sikap negarawan yang baik sehingga banyak tokoh dan ulama yang kecewa. e. Wafatnya khalifah Marwan bin Muhammad pada perang di tepi sungai Zab, Irak pada tahun 132H/750M.
3. Proses Terbentuknya Daulah Abbasiyah
Sebagaimana kalian yang harus melakukan ikhtiar sekuat tenaga dalam menggapai tujuan, hal yang sama dulu juga dialami oleh bani Abbas. Yang mana upaya bani Abbas dalam mencapai tujuannya, melalui berbagai tahapan proses. Mulai dari gerakan bawah tanah, kemudian menggalang dukungan masyarakat hingga akhirnya berhasil merebut kekhalifahan Daulah Islamiyah. Awal gerakan bawah tanah Bani Abbas dipelopori oleh sepupu Rasulullah saw. bernama Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas yang tinggal di daerah terpencil bernama Humaimah. Namun Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas wafat pada tahun 124 H/742 M dan usahanya tersebut dilanjutkan putranya bernama Muhammad bin Ali.
Muhammad bin Ali memiliki kecerdasan dan talenta tinggi, terlebih dalam mengatur strategi. Dia mencetuskan agar propaganda yang diusung mengatasnamakan Bani Hasyim untuk menarik simpati masyarakat luas. Dia merancang strategi yang berisi tiga rencana. Pertama, mengajak masyarakat untuk memperjuangkan pemimpin yang berasal dari keluarga Rasulullah saw. Tanpa menentukan nama tokoh tertentu tetapi perjuangan ini merata untuk semuanya. Kedua, tidak melakukan pemberontakan menggulingkan khalifah sebelum benar-benar matang persiapannya. Ketiga, menentukan tiga wilayah yaitu Humaimah, Kufah dan Khurasan sebagai pusat gerakan. Humaimah dijadikan tempat untuk mengatur dan memikirkan ide untuk mendirikan kekuasaan Abbasiyah. Kufah dijadikan sebagai titik penghubung dan penyebaran strategi karena penduduknya adalah penganut Syi’ah. Sedangkan Khurasan dijadikan sebagai tempat melakukan pergolakan. Dari Humaimah, Muhammad ibn Ali mengatur strategi dengan mengirimkan misionaris/agen dan pimpinan untuk mengawasi penyebaran misi di Kufah dan perkembangan di Khurasan. Mereka menjalankan misinya secara tersembunyi, salah satunya dengan cara berdakwah sambil berdagang. Gerakan dan propaganda secara terang-terangan dilakukan pada tahun 127 H / 745 M. Abu Muslim al-Khurasani ditugaskan untuk memimpin pasukan untuk melawan dan meruntuhkan Daulah Umayyah. Pasukan perjuangan dalam misi ini merupakan gabungan dari keturunan Ali (Alawiyyin) pemimpinnya Abu Salamah, dari keturunan Abbas (Abbasiyah) pemimpinnya Ibrahim al-Imam dan keturunan bangsa Persia pemimpinnya Abu Muslim al-Khurasani. Gabungan pasukan tersebut berdiri atas nama Abbasiyah dan dengan kekuatan senjata dipimpin oleh tentara cerdik bernama Abu Muslim al-Khurasani untuk melawan kekuatan Umayyah. Sekitar tahun 747 M, Abu Muslim al-Khurasani mengibarkan bendera hitam sebagai simbol perjuangan untuk menyatukan dukungan masyarakat. Bersama Abu Abbas Ash-Saffah, Abu Ja’far al-Manshur dan sekitar 3000 pasukan bersatu dan berhasil mengalahkan rival mereka di Khurasan, menyerang kota-kota penting Daulah Umayyah dan menguasainya, hingga berhasil mengepung khalifah Marwan bin Muhammad di Damaskus, Syiria. Daulah Umayyah benar-benar telah digulingkan oleh Abbasiyah dengan wafatnya khalifah terakhir, Marwan bin Muhammad. Sejak saat itu, berdirilah Daulah Abbasiyah yang dipimpin oleh Abu Abbas As-Saffah sebagai khalifah pertamanya dan Kufah sebagai ibu kotanya.
Senin, 20 April 2026
Daulah Fathimiyyah
Daulah Fathimiyyah adalah satu-satunya daulah Syiah dalam Islam, nama daulah ini dinisbatkan kepada putri Nabi Muhammad Saw, Fathimah Az-Zahra. Didirikan oleh Said ibn Husain yang merupakan keturunan Syi’ah Ismailiyah. Gerakan pendirian Daulah Fathimiyah tidak terlepas dari peran serta seorang pengikut Syi’ah bernama Abu Abdillah Asya’si. Setelah kaum Alawiyyin mampu menaklukan Daulah Aghlabiyah di Tunisia, berdirilah Daulah Fathimiyah dengan khalifah pertama Ubaidillah al Mahdi dengan ibukota pemerintahannya kota Qairawan, Tunisia. Pada tahun 358 H/969 M, panglima tentara Daulah Fathimiyah bernama Jauhar As-Siqli mampu merebut Mesir dari kekuasaan Daulah Ikhsyidiyah. Setelah menguasai Mesir, panglima Jauhar As-Siqli membangun sebuah kota yang megah bernama Al-Qahirah (Kairo). Sejak saat itu Daulah Fathimiyah memindahkan ibu kotanya ke Kairo, Mesir. Secara keseluruhan Daulah Fathimiyyah berkuasa selama 262 tahun dengan khalifah pertamanya Ubaidillah Al-Mahdi dan khalifah terakhirnya Al-Adid Billah. Daulah Fathimiyah mencapai puncak kejayaannya pada saat khalifah kelima yaitu Khalifah Abu Manshur Nizar Al-Aziz (975-996 M) berkuasa. Di bawah kekuasaanya Mesir hidup dalam kedamaian, dan pada masa Khalifah AlMuiz Lidinillah Masjid Al-Azhar yang kemudian hari menjadi Universitas AlAzhar dibangun
Daulah Fathimiyah saat dipimpin oleh khalifah terakhinya bernama Khalifah Al-Adid Billah (1160-1171 M) mengalami kemunduran dan kondisi pemerintahan yang lemah. Selain karena musim peceklik, adanya penyerbuan tentara salib ke Mesir, dan konflik internal pemerintahan Daulah Fathimiyah. Dalam kondisi Mesir seperti itu, seorang panglima bernama Assaduddin Syirkuh bersama saudaranya Shalahuddin Al-Ayyubi ditugaskan oleh gubernur Syiria, Nuruddin Zangi untuk datang ke Mesir dengan tujuan mengusir tentara salib sekaligus menguasai Mesir. Rupanya proses ini tidak berjalan mulus, seorang perdana menteri Daulah Fathimiyah bernama Syawwar, telah melakukan persengkongkolan dengan tentara salib. Akhirnya, panglima Assaduddin Syirkuh dan Shalahuddin AlAyyubi menagkap perdana menteri Syawwar. Kemudian, kedudukan Syawwar digantikan oleh Assaduddin Syirkuh yang kemudian wafat setelah menjabat sebagai perdana menteri selama dua bulan. Salahuddin Al-Ayyubi akhirnya didapuk menjadi perdana menteri menggatikan Assaduddin Syirkuh. Saat Khalifah Al-Adid Billah sakit, kedudukan Salahuddin Al-Ayyubi semakin kuat. Shalahuddin Al-Ayyubi mendapat dukungan penuh dari rakyat Mesir, apalagi Shalahuddin Al-Ayyubi dan rakyat Mesir sama-sama memiliki faham Islam Sunni. Bertepatan dengan wafatnya Khalifah Al-Adid Billah pada 10 Muharram 1171 M, Salahuddin Al-Ayyubi memproklamirkan berdirinya Daulah Ayyubiyah dan berkahirnya pemerintahan Daulah Fathimiyah.
Senin, 15 September 2025
Kutbah Bahasa Jawa 1
KHUTBAH JUMAT IMAN
LAN SYUKUR
Jumat Pahing, 12
September 2025
الحمدلله الذى جعلنا من المتّقين وافهمنا
بعلموالذّين اشهدان لااله الاالله الملك المبين واشهدان محمّدا عبده ورسوله اللّهم
صلى على سيّدنا محمّد وعلى اله واصحا به اجمعين. امّا بعد. ياايّها الحضرون : اتّق االله فقد فاز
المتّقون. قال الله تعال : يا أيها الذين آمنوا اتّقوا الله حقّ تقاته ولا تموتنّ
إلاّ وأنتم مسلمون.
Jamaah jumat rahimakumullah
Wonten kesempatan ingkang minulyo puniko kawulo ngajak
dumateng diri pribadi kuwulo khususipun lan umumimpun demateng sedoyo jamaah
monggo kita sareng sareng ningkataken keimanan lan ketakwaan dumateng allah
kanti ngih puniko ngelampai punopo engkang dados perintahipun lan nebihi punopo
engkah dados awisanipun. Sholawat soho salam monggo kita aturaken dumateng kanjeng
nabi Muhammad saw, kanti ngucapaken allahumma syolli ala saidina Muhammad wa
ala alihi saidina Muhammad.
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Kehidupan wonten ing alam dunyo punika sageto nambahi keIman
lan ketakwaan dumateng Allah swt menawi kita galih lan pikir kanti wening berdzikir
lan taqarrub kalian ayat-ayat kauniyah ipun Allah swt. Perubahan saking siti
atau tanah tandus sedoyo wiwitan pepohonan engkang layu lan kekurangan toyo
berkat Allah swt nurunaken jawah utawi hujan sedoyo pepohonan sagat subur lan
tanah engkang keras utawi tandus saget ditanemi lan engkang tani gembregah lan
enggal-enggal nyiapakan tetanduran. Lan sakwangsulanipun mewani bedug sampung
di pun taboh lan lantunan ayat qur’an sampun berkundang berarti kita
enggal-enggal melampah wonten ing masjid.
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Allhamdulillah kita anggadhani badan waras sehat monggo sedoyo
kolowau kita syukuri kanti remen lan demen dumateng perkoro-perkoro engkang sae
engkang mboten bertentangan kaliyan syariat ajaran agami. Kanti ngawiti niat
bismillah lillahi ta’ala menawi badhe nglakoni nopo kewanon lan ngakhiri utawi
nutup kanti ngucap tahmid
alhammadulillah menawi sampun kito nyakin bilih Allah swt badhe nambahi
kenikmatan lan keberkahan kados firman allah wonten surat Ibrahim ayat 7
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ
كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Mugi kita sedaya dados hamba sing tansah njaga iman, lan
tansah syukur dhumateng Gusti Allah. Awit iman lan syukur menika loro kunci
kamulyan donya lan akhirat.
اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ
وَاِيتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ
للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ
رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ،
. امّا بعد.
ياايّها الحضرون : اتّق االله فقد فاز المتّقون، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيماً،
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ،
بِرَحْمَتِكَ
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا
بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ
حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ.
وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ
مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ.
وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ
صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ.
. رَبَّنَا
آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّار
Jumat, 16 Mei 2025
Doa Haji
وَارْزُقْنَاالْحَج المبرور وَارْضَ عَنَّا
berikut.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَاحَجًّامَبْرُوْرًا، وَعُمْرَتَنَاعُمْرَةًمَبْرُوْرًا،وَسَعْيَنَاسَعْيًامَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَاذَنْبًامَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَاعَمَلًاصَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَتَنَاتِجَارَةً لَنْتَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِأَخْرِجْنَامِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ
Artinya: “Ya
Jumat, 25 Oktober 2024
DOA MENJENGUK ORANG SAKIT
أَعُوذُ بِاللَّهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ، بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا
يُّوَافِيْ نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا
يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.، اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا
كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا ،
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، ِاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا ، رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ، اللّهم إنّي أسألك حُسْنُ الخاتِمة, وَأَعُذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الخَاتِمة ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ، ربّنا اتنافى الدّنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النّار ،
سبحان ربّك ربّ الغـزّ عمّايصفون وسلام على المرسلين والحمد لله ربّ العالمين
Senin, 21 Oktober 2024
DOA ULANG TAHUN
أَعُوذُ
بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِيْ نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا
لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ
جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ
وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ
أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ
الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ ، رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ
وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا ، اللّهم
طَول عُمورنا وصَحِح أجْسادنا ونَوّر قُلُوبنا وَثَبّت إيمَانَنَا وأحْسِن أعمَالناَ
وَوَسِع أرزقنا وإلى الخير قَربنا وعن الشرّ أبْعِدَناَ وَاقْضِ حَوَائِجنا في الدّين
والدّنيا والآخرة إنـّك على كلّ شيء قدير، رَبَّنَا تَقَبَّلْ من هذا صدقه ،
اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى
الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ
الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ،
اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ
وَالْعَفْوَعِنْدَ الْحِسَابِ ،ربّنا
اتنافى الدّنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النّار ، سبحان ربّك ربّ الغـزّ عمّايصفون وسلام على المرسلين والحمد لله ربّ العالمين
