Kamis, 22 Oktober 2026
Selasa, 13 Oktober 2026
DAULAH ABBASIYAH
PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM MASA DAULAH ABBASIYAH
1. Faktor Pendorong Gerakan Bani Abbas
Berdirinya Daulah Abbasiyah bermula dari gerakan bawah tanah yang dilakukan oleh Bani Abbas. Hal itu didorong oleh beberapa hal. Pertama, sistem kekhalifahan Daulah Umayyah lebih menonjolkan kedekatan nasab kekeluargaan. Sedangkan umat Islam saat itu tidak semuanya sepakat atas dominasi keluarga khalifah yang memonopoli sistem kekhalifahan Daulah Umayyah. Termasuk yang tidak sepakat terhadap monopili tersebut adalah Bani Abbas. Jika Bani Umayyah lebih menonjolkan nasab keluarga, Bani Abbas berpendapat bahwa bani Umayyah bukanlah berasal dari kelompok yang paling mulia derajat nasabnya dibandingkan dengan kelompok lainnya. Bahkan jika yang ditimbang adalah derajat nasab keluarga, kelompok bani Abbas masih lebih dekat dengan Rasulullah saw. Dan mestinya lebih pantas mewarisi kekhalifahan.
Kedua, Bani Abbas menganngap bahwa bani Umayyah mengambil tampuk kekhalifahan Islam secara paksa melalui tragedi Perang Siffin dan belum sepenuhnya disepakati oleh umat Islam. Apalagi ditambah dengan realita kepemimpinan Daulah Umayyah yang beberapa khalifahnya justru terkesan bermewah-mewahan yang kurang menjalankan ajaran Islam dengan baik. Sehingga mendorong Bani Abbas untuk mengambil alih kekuasaan Islam dari Daulah Umayyah.
2. Faktor Pendukung Terbentuknya Daulah Abbasiyah
Proses terbentuknya Daulah Abbasiyah juga didukung oleh beberapa faktor, antara lain: a. Konflik internal keluarga dan politik dalam negeri Daulah Umayyah. b. Adanya perlawanan terhadap Daulah Umayyah oleh kelompok Mawali, kelompok Dahaq bin Qais Asy-Syaibani dan kelompok Syiah yang menilai bahwa pemegang kekuasaan umat Islam adalah hak keturunan Ali bin Abi Thalib serta ingin menuntut tanggung jawab atas terbunuhnya Husein bin Ali di Karbala. c. Perpecahan yang terjadi antara suku Arab Utara dan Arab Selatan. d. Khalifah Marwan bin Muhammad (khalifah terakhir Daulah Umayyah) dianggap tidak memiliki sikap negarawan yang baik sehingga banyak tokoh dan ulama yang kecewa. e. Wafatnya khalifah Marwan bin Muhammad pada perang di tepi sungai Zab, Irak pada tahun 132H/750M.
3. Proses Terbentuknya Daulah Abbasiyah
Sebagaimana kalian yang harus melakukan ikhtiar sekuat tenaga dalam menggapai tujuan, hal yang sama dulu juga dialami oleh bani Abbas. Yang mana upaya bani Abbas dalam mencapai tujuannya, melalui berbagai tahapan proses. Mulai dari gerakan bawah tanah, kemudian menggalang dukungan masyarakat hingga akhirnya berhasil merebut kekhalifahan Daulah Islamiyah. Awal gerakan bawah tanah Bani Abbas dipelopori oleh sepupu Rasulullah saw. bernama Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas yang tinggal di daerah terpencil bernama Humaimah. Namun Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas wafat pada tahun 124 H/742 M dan usahanya tersebut dilanjutkan putranya bernama Muhammad bin Ali.
Muhammad bin Ali memiliki kecerdasan dan talenta tinggi, terlebih dalam mengatur strategi. Dia mencetuskan agar propaganda yang diusung mengatasnamakan Bani Hasyim untuk menarik simpati masyarakat luas. Dia merancang strategi yang berisi tiga rencana. Pertama, mengajak masyarakat untuk memperjuangkan pemimpin yang berasal dari keluarga Rasulullah saw. Tanpa menentukan nama tokoh tertentu tetapi perjuangan ini merata untuk semuanya. Kedua, tidak melakukan pemberontakan menggulingkan khalifah sebelum benar-benar matang persiapannya. Ketiga, menentukan tiga wilayah yaitu Humaimah, Kufah dan Khurasan sebagai pusat gerakan. Humaimah dijadikan tempat untuk mengatur dan memikirkan ide untuk mendirikan kekuasaan Abbasiyah. Kufah dijadikan sebagai titik penghubung dan penyebaran strategi karena penduduknya adalah penganut Syi’ah. Sedangkan Khurasan dijadikan sebagai tempat melakukan pergolakan. Dari Humaimah, Muhammad ibn Ali mengatur strategi dengan mengirimkan misionaris/agen dan pimpinan untuk mengawasi penyebaran misi di Kufah dan perkembangan di Khurasan. Mereka menjalankan misinya secara tersembunyi, salah satunya dengan cara berdakwah sambil berdagang. Gerakan dan propaganda secara terang-terangan dilakukan pada tahun 127 H / 745 M. Abu Muslim al-Khurasani ditugaskan untuk memimpin pasukan untuk melawan dan meruntuhkan Daulah Umayyah. Pasukan perjuangan dalam misi ini merupakan gabungan dari keturunan Ali (Alawiyyin) pemimpinnya Abu Salamah, dari keturunan Abbas (Abbasiyah) pemimpinnya Ibrahim al-Imam dan keturunan bangsa Persia pemimpinnya Abu Muslim al-Khurasani. Gabungan pasukan tersebut berdiri atas nama Abbasiyah dan dengan kekuatan senjata dipimpin oleh tentara cerdik bernama Abu Muslim al-Khurasani untuk melawan kekuatan Umayyah. Sekitar tahun 747 M, Abu Muslim al-Khurasani mengibarkan bendera hitam sebagai simbol perjuangan untuk menyatukan dukungan masyarakat. Bersama Abu Abbas Ash-Saffah, Abu Ja’far al-Manshur dan sekitar 3000 pasukan bersatu dan berhasil mengalahkan rival mereka di Khurasan, menyerang kota-kota penting Daulah Umayyah dan menguasainya, hingga berhasil mengepung khalifah Marwan bin Muhammad di Damaskus, Syiria. Daulah Umayyah benar-benar telah digulingkan oleh Abbasiyah dengan wafatnya khalifah terakhir, Marwan bin Muhammad. Sejak saat itu, berdirilah Daulah Abbasiyah yang dipimpin oleh Abu Abbas As-Saffah sebagai khalifah pertamanya dan Kufah sebagai ibu kotanya.
Senin, 20 April 2026
Daulah Fathimiyyah
Daulah Fathimiyyah adalah satu-satunya daulah Syiah dalam Islam, nama daulah ini dinisbatkan kepada putri Nabi Muhammad Saw, Fathimah Az-Zahra. Didirikan oleh Said ibn Husain yang merupakan keturunan Syi’ah Ismailiyah. Gerakan pendirian Daulah Fathimiyah tidak terlepas dari peran serta seorang pengikut Syi’ah bernama Abu Abdillah Asya’si. Setelah kaum Alawiyyin mampu menaklukan Daulah Aghlabiyah di Tunisia, berdirilah Daulah Fathimiyah dengan khalifah pertama Ubaidillah al Mahdi dengan ibukota pemerintahannya kota Qairawan, Tunisia. Pada tahun 358 H/969 M, panglima tentara Daulah Fathimiyah bernama Jauhar As-Siqli mampu merebut Mesir dari kekuasaan Daulah Ikhsyidiyah. Setelah menguasai Mesir, panglima Jauhar As-Siqli membangun sebuah kota yang megah bernama Al-Qahirah (Kairo). Sejak saat itu Daulah Fathimiyah memindahkan ibu kotanya ke Kairo, Mesir. Secara keseluruhan Daulah Fathimiyyah berkuasa selama 262 tahun dengan khalifah pertamanya Ubaidillah Al-Mahdi dan khalifah terakhirnya Al-Adid Billah. Daulah Fathimiyah mencapai puncak kejayaannya pada saat khalifah kelima yaitu Khalifah Abu Manshur Nizar Al-Aziz (975-996 M) berkuasa. Di bawah kekuasaanya Mesir hidup dalam kedamaian, dan pada masa Khalifah AlMuiz Lidinillah Masjid Al-Azhar yang kemudian hari menjadi Universitas AlAzhar dibangun
Daulah Fathimiyah saat dipimpin oleh khalifah terakhinya bernama Khalifah Al-Adid Billah (1160-1171 M) mengalami kemunduran dan kondisi pemerintahan yang lemah. Selain karena musim peceklik, adanya penyerbuan tentara salib ke Mesir, dan konflik internal pemerintahan Daulah Fathimiyah. Dalam kondisi Mesir seperti itu, seorang panglima bernama Assaduddin Syirkuh bersama saudaranya Shalahuddin Al-Ayyubi ditugaskan oleh gubernur Syiria, Nuruddin Zangi untuk datang ke Mesir dengan tujuan mengusir tentara salib sekaligus menguasai Mesir. Rupanya proses ini tidak berjalan mulus, seorang perdana menteri Daulah Fathimiyah bernama Syawwar, telah melakukan persengkongkolan dengan tentara salib. Akhirnya, panglima Assaduddin Syirkuh dan Shalahuddin AlAyyubi menagkap perdana menteri Syawwar. Kemudian, kedudukan Syawwar digantikan oleh Assaduddin Syirkuh yang kemudian wafat setelah menjabat sebagai perdana menteri selama dua bulan. Salahuddin Al-Ayyubi akhirnya didapuk menjadi perdana menteri menggatikan Assaduddin Syirkuh. Saat Khalifah Al-Adid Billah sakit, kedudukan Salahuddin Al-Ayyubi semakin kuat. Shalahuddin Al-Ayyubi mendapat dukungan penuh dari rakyat Mesir, apalagi Shalahuddin Al-Ayyubi dan rakyat Mesir sama-sama memiliki faham Islam Sunni. Bertepatan dengan wafatnya Khalifah Al-Adid Billah pada 10 Muharram 1171 M, Salahuddin Al-Ayyubi memproklamirkan berdirinya Daulah Ayyubiyah dan berkahirnya pemerintahan Daulah Fathimiyah.
Senin, 15 September 2025
Kutbah Bahasa Jawa 1
KHUTBAH JUMAT IMAN
LAN SYUKUR
Jumat Pahing, 12
September 2025
الحمدلله الذى جعلنا من المتّقين وافهمنا
بعلموالذّين اشهدان لااله الاالله الملك المبين واشهدان محمّدا عبده ورسوله اللّهم
صلى على سيّدنا محمّد وعلى اله واصحا به اجمعين. امّا بعد. ياايّها الحضرون : اتّق االله فقد فاز
المتّقون. قال الله تعال : يا أيها الذين آمنوا اتّقوا الله حقّ تقاته ولا تموتنّ
إلاّ وأنتم مسلمون.
Jamaah jumat rahimakumullah
Wonten kesempatan ingkang minulyo puniko kawulo ngajak
dumateng diri pribadi kuwulo khususipun lan umumimpun demateng sedoyo jamaah
monggo kita sareng sareng ningkataken keimanan lan ketakwaan dumateng allah
kanti ngih puniko ngelampai punopo engkang dados perintahipun lan nebihi punopo
engkah dados awisanipun. Sholawat soho salam monggo kita aturaken dumateng kanjeng
nabi Muhammad saw, kanti ngucapaken allahumma syolli ala saidina Muhammad wa
ala alihi saidina Muhammad.
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Kehidupan wonten ing alam dunyo punika sageto nambahi keIman
lan ketakwaan dumateng Allah swt menawi kita galih lan pikir kanti wening berdzikir
lan taqarrub kalian ayat-ayat kauniyah ipun Allah swt. Perubahan saking siti
atau tanah tandus sedoyo wiwitan pepohonan engkang layu lan kekurangan toyo
berkat Allah swt nurunaken jawah utawi hujan sedoyo pepohonan sagat subur lan
tanah engkang keras utawi tandus saget ditanemi lan engkang tani gembregah lan
enggal-enggal nyiapakan tetanduran. Lan sakwangsulanipun mewani bedug sampung
di pun taboh lan lantunan ayat qur’an sampun berkundang berarti kita
enggal-enggal melampah wonten ing masjid.
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Allhamdulillah kita anggadhani badan waras sehat monggo sedoyo
kolowau kita syukuri kanti remen lan demen dumateng perkoro-perkoro engkang sae
engkang mboten bertentangan kaliyan syariat ajaran agami. Kanti ngawiti niat
bismillah lillahi ta’ala menawi badhe nglakoni nopo kewanon lan ngakhiri utawi
nutup kanti ngucap tahmid
alhammadulillah menawi sampun kito nyakin bilih Allah swt badhe nambahi
kenikmatan lan keberkahan kados firman allah wonten surat Ibrahim ayat 7
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ
كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Mugi kita sedaya dados hamba sing tansah njaga iman, lan
tansah syukur dhumateng Gusti Allah. Awit iman lan syukur menika loro kunci
kamulyan donya lan akhirat.
اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ
وَاِيتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ
للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ
رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ،
. امّا بعد.
ياايّها الحضرون : اتّق االله فقد فاز المتّقون، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيماً،
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ،
بِرَحْمَتِكَ
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا
بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ
حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ.
وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ
مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ.
وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ
صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ.
. رَبَّنَا
آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّار
Jumat, 16 Mei 2025
Doa Haji
وَارْزُقْنَاالْحَج المبرور وَارْضَ عَنَّا
berikut.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَاحَجًّامَبْرُوْرًا، وَعُمْرَتَنَاعُمْرَةًمَبْرُوْرًا،وَسَعْيَنَاسَعْيًامَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَاذَنْبًامَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَاعَمَلًاصَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَتَنَاتِجَارَةً لَنْتَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِأَخْرِجْنَامِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ
Artinya: “Ya
Jumat, 25 Oktober 2024
DOA MENJENGUK ORANG SAKIT
أَعُوذُ بِاللَّهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ، بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا
يُّوَافِيْ نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا
يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.، اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا
كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا ،
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، ِاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا ، رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ، اللّهم إنّي أسألك حُسْنُ الخاتِمة, وَأَعُذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الخَاتِمة ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ، ربّنا اتنافى الدّنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النّار ،
سبحان ربّك ربّ الغـزّ عمّايصفون وسلام على المرسلين والحمد لله ربّ العالمين
Senin, 21 Oktober 2024
DOA ULANG TAHUN
أَعُوذُ
بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِيْ نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا
لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ
جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ
وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ
أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ
الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ ، رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ
وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا ، اللّهم
طَول عُمورنا وصَحِح أجْسادنا ونَوّر قُلُوبنا وَثَبّت إيمَانَنَا وأحْسِن أعمَالناَ
وَوَسِع أرزقنا وإلى الخير قَربنا وعن الشرّ أبْعِدَناَ وَاقْضِ حَوَائِجنا في الدّين
والدّنيا والآخرة إنـّك على كلّ شيء قدير، رَبَّنَا تَقَبَّلْ من هذا صدقه ،
اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى
الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ
الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ،
اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ
وَالْعَفْوَعِنْدَ الْحِسَابِ ،ربّنا
اتنافى الدّنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النّار ، سبحان ربّك ربّ الغـزّ عمّايصفون وسلام على المرسلين والحمد لله ربّ العالمين
Rabu, 11 Oktober 2023
Al Quran Hadits Kelas 8
Quran Hadits
Surat al baqarah 1-10
Bacalah dengan seksama dengen memperhatikan hukum mad
الٓمٓ 1 ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ
هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ 2 ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ
ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ 3 وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ
أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ 4
أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدٗى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ 5
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ
تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ 6 خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ
سَمۡعِهِمۡۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَٰرِهِمۡ غِشَٰوَةٞۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ 7
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَمَا
هُم بِمُؤۡمِنِينَ 8 يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا
يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ9 فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ
فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ
يَكۡذِبُونَ 10
Alif Laam Miim. (1) Kitab (Al
Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (2)
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan
menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (3) dan
mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan
Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya
(kehidupan) akhirat. (4) Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan
mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (5) Sesungguhnya orang-orang
kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri
peringatan, mereka tidak akan beriman. (6) Allah telah mengunci-mati hati dan
pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang
amat berat. (7) Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman
kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan
orang-orang yang beriman. (8) Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang
beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
(9) Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi
mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
(10)
setelah selasai silah isi link absen di sini https://forms.gle/YrwvHutXzkgWEReS8
Minggu, 25 Oktober 2020
Hikmah Dan Teladan Yang Dapat Diambil Dan Ditiru Dari Perjuangan Nabi Di Madinah
1. Ketabahan dalam menerima cobaan
Nabi Muhammad SAW
dan para sahabat melakukan hijrah ke Madinah merupakan akibat dari kekejaman
kaum kafir Quraisy terhadap kaum Muslimin. Mereka pergi berhijrah dengan meninggalkan segala yang ada di Mekkah,
antara lain sanak famili, harta benda dan juga kampung halaman. Rasa berat pada
diri kaum Muslimin meninggalkan kampung halaman ternyata sirna oleh keimanan
mereka yang kuat dan kecintaan yang tulus terhadap Nabi Muhammad SAW. Mereka
tabah dan ikhlas dalam menerima cobaan ini. Oleh karena itu, apapun keadaannya,
situasinya apakah senang atau susah, iman harus senantiasa melekat di hati
kita.
b. Cerdas dalam
mengambil keputusan
Nabi Muhammad SAW adalah orang yang memiliki
kecerdasan yang luar biasa dalam mengambil keputusan dan tindakan. Hal itu terbukti ketika beliau mampu menyatukan kaum
Muhajirin dan Anshar menjadi satu saudara. Persaudaraan ini menjadikan
masyarakat Muslim Madinah semakin berkembang dan kuat serta mampu menjadi
bangsa yang besar dan bersatu dibawah bendera Islam, sehingga dalam tempo yang
relatif singkat masyarakat Muslim Madinah dikagumi oleh bangsa lainnya.
Dalam bidang ekonomi dan
perdagangan, Nabi Muhammad SAW menerapkan asas koperasi, yakni menganjurkan
kaum Muslim di Madinah agar memperhatikan nasib saudaranya, tidak serakah dan
tidak mempraktekkan sistem riba dalam transaksi perdagangan. Bahkan, dalam menunaikan haji yang terakhir atau
disebut dengan Haji Wada’ tahun 10 H (631 M) Nabi menyampaikan khotbahnya
yang sangat bersejarah antara lain berisi:
a.
larangan untuk riba dan
menganiaya.
b.
Perintah untuk memperlakukan
istri dengan baik.
c.
Persamaan dan persaudaraan
antar manusia harus ditegakkan.
c.
Gigih dan istiqamah dalam berjuang
Minggu, 06 September 2020
HIJRAH NABI DI MADINAH
1. Sebab Nabi Muhammad melakukan hijrah Ke Madinah
Ketika
menerima ayat 94, surah Al hijr,Nabi Muhammad mulai berdakwah secara terang-terangan. Dakwahnya mendapat respon keras
dari kaum kafir Quraisy. Para pemimpin Quraisy menggunakan berbagai cara untuk
mencegah dakwah Nabi Muhammad, namun selalu gagal, baik secara diplomatik,
tawaran, dan kekerasan fisik.
Siksaan
dan penganiayaan ataupun teror dilakukan pada umat Islam, dan puncaknya ketika
kaum kafir Quraisy melakukan pemboikotan selama 3 tahun kepada Nabi Muhammad
SAW dan pengikutnya di bidang ekonomi, sosial dan kemasyarakatan.
Ancaman
dari Kafir Quraisy semakin keras setelah Nabi Muhammad saw kehilangan Abu
Thalib dan Siti Khadijah. Pemimpin
Quraisy terang-terangan menantang Nabi Muhammad karena menganggap kebangkitan
Islam identik dengan kehancuran posisi sosial mereka. Kebangsawanan mereka akan
hilang dan hancur karena Islam mengajarkan persamaan derajat manusia. Sistem
kepemimpinan bangsawan tidak ada di Yasrib (Madinah). Hal ini juga yang
menyebabkan Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah. Hijrah dianggap sebagai
alternatif perjuangan untuk menegakkan ajaran Islam.
Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong Nabi
Muhammad saw. memilih Yatsrib sebagai tempat hijrah umat Islam.
Faktor-faktornya antara lain:
a. Yatsrib adalah tempat yang paling dekat.
b. Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau telah mempunyai
hubungan baik dengan penduduk kota tersebut. Hubungan itu berupa ikatan
persaudaraan karena kakek Nabi, Abdul
Mutholib beristerikan orang Yatsrib. Di samping itu, ayahnya dimakamkan di
sana.
c. Penduduk Yatsrib sudah dikenal Nabi karena kelembutan
budi pekerti dan sifat-sifatnya yang baik.
d.
Hijrah merupakan keharusan selain karena perintah Allah
swt.
2. Madinah
Tujuan Hijrahnya Rasulullah SAW
Setelah peristiwa hijrah, keadaan kaum
Muslimin di Madinah jauh lebih baik bila dibandingkan dengan keadaan mereka
sebelumnya saat berada di Mekkah. Para pemeluk agama Islam semakin hari semakin
bertambah banyak. Demikian pula taraf hidup dan kemampuan ekonomi kaum Muhajirin
khususnya yang sudah menetap di Madinah semakin meningkat. Mereka berangsur-angsur
dapat hidup mandiri berkat penataan kegiatan ekonomi dan perdagangan yang
langsung dipimpin oleh Nabi Muhammad
SAW. Dari sini kita dapat mengambil pelajaran (ibrah)dari usaha-usaha Nabi
Muhammad dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan,
antara lain :
1)
Ekonomi merupakan sektor yang sangat penting
dalam menopang kehidupan manusia
2)
Ajaran Islam menuntut pada umatnya agar mampu
hidup mandiri
3)
Dalam menjalankan kegiatan ekonomi, perlu
diperhatikan aspek untuk menyejahterakan kehidupan bersama, keadilan dan
kejujuran
4)
Usaha-usaha di bidang perekonomian yang telah
dijalankan oleh Rasulullah SAW
di Madinah, menjadi bekal untuk memimpin
3. Sebab
Nabi Muhammad melakukan hijrah Ke Madinah
Ketika
menerima ayat 94, surah Al hijr,Nabi Muhammad mulai berdakwah secara terang-terangan. Dakwahnya mendapat respon keras
dari kaum kafir Quraisy. Para pemimpin Quraisy menggunakan berbagai cara untuk
mencegah dakwah Nabi Muhammad, namun selalu gagal, baik secara diplomatik,
tawaran, dan kekerasan fisik.
Siksaan
dan penganiayaan ataupun teror dilakukan pada umat Islam, dan puncaknya ketika
kaum kafir Quraisy melakukan pemboikotan selama 3 tahun kepada Nabi Muhammad
SAW dan pengikutnya di bidang ekonomi, sosial dan kemasyarakatan.
Ancaman
dari Kafir Quraisy semakin keras setelah Nabi Muhammad saw kehilangan Abu
Thalib dan Siti Khadijah. Pemimpin
Quraisy terang-terangan menantang Nabi Muhammad karena menganggap kebangkitan Islam
identik dengan kehancuran posisi sosial mereka. Kebangsawanan mereka akan
hilang dan hancur karena Islam mengajarkan persamaan derajat manusia. Sistem
kepemimpinan bangsawan tidak ada di Yasrib (Madinah). Hal ini juga yang
menyebabkan Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah. Hijrah dianggap sebagai
alternatif perjuangan untuk menegakkan ajaran Islam.
Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong Nabi
Muhammad saw. memilih Yatsrib sebagai tempat hijrah umat Islam.
Faktor-faktornya antara lain:
e. Yatsrib adalah tempat yang paling dekat.
f. Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau telah mempunyai
hubungan baik dengan penduduk kota tersebut. Hubungan itu berupa ikatan
persaudaraan karena kakek Nabi, Abdul
Mutholib beristerikan orang Yatsrib. Di samping itu, ayahnya dimakamkan di
sana.
g. Penduduk Yatsrib sudah dikenal Nabi karena kelembutan
budi pekerti dan sifat-sifatnya yang baik.
h.
Hijrah merupakan keharusan selain karena perintah Allah
swt.
4. Reaksi Kafir Quraisy
terhadap Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah
Ketika
Kafir Quraisy mengetahui adanya
perjanjian antara nabi dan orang-orang yasrib,
mereka semakin keras menyiksa Umat Islam. Hal ini
membuat nabi segera memerintahkan umat
Islam untuk
hijrah ke Yasrib. Dalam waktu dua bulan, hampir semua umat Islam kurang lebih
150 orang, telah meninggalkan kota Makkah. Hanya Ali
dan Abu Bakar tetap tinggal di Makkah bersama nabi.
Mereka memutuskan sikap
terhadap Nabi Muhammad saw yang masih berdiam di
Mekkah dengan memilih satu diantara tiga cara:
a. membiarkan beliau sampai hijrah
ke Madinah dengan sendirinya.
b. memenjarakannya.
c.
membunuhnya.
Pada awalnya mereka memutuskan untuk membiarkan Nabi
Muhammad saw hijrah ke Madinah. Tapi keputusan ini tidak akan dapat
memecahkan masalah. Karena kepergian Nabi Muhammad saw dari Mekkah boleh jadi
akan menyiapkan kubu Yatsrib (Madinah) untuk memerangi mereka. Jika mereka
memilih kedua yaitu memenjarakannya, akan memicu
Umat Islam untuk
membebaskannya.
Pada saat itulah, Nabi Muhammad mendapat perintah untuk
hijrah. Beliau keluar dari rumah secara
diam-diam. Berbagai usaha kafir Quraisy untuk mencegah Nabi Muhammad saw hijrah
ke Madinah. Pada akhirnya usaha mereka tidak mendapatkan hasil. Akhirnya, Nabi
Muhammad saw samapai ke Madinah dengan selamat.
Setelah Nabi Muhammad saw meniinggalkan Makkah, kafir
Quraisy tidak menyiksa keluarganya karena 2 alasan:
1)
Ketika kafir Quraisy
mengetahui bahwa nabi Muhammad saw telah keluar dari Mekkah dan rencana
mereka telah gagal, mereka menyeret Ali bin Abi Thalib ke Masjid al-Haram. Mereka baru membebaskan
Imam Ali as setelah menghajarnya
2)
Tujuan kafir Quraisy hanya satu, yaitu membunuh Nabi Muhammad saw.
Karena mereka menganggap bahwa
satu-satunya cara memadamkan Islam adalah
dengan membunuh nabi saw. Karena itu, mereka tidak
ada urusan dengan orang lain dan mereka tidak mau bentrok dengan orang lain
selain nabi Muhammad saw.
Sedangkan
alasan kafir Quraisy tidak menyiksa Umat Islam setelah nabi saw hijrah adalah:
a.
Mayoritas Umat Islam telah hijrah
sebelum Rasulullahsaw. Karena penyebab utama rencana
pembunuhan Rasulullah saw karena hijrah besar-besaran yang dilakukan umat Islam ke Madinah dan tersebarnya Islam di kota
tersebut.
b. Umat Islam yang berasal dari Mekkah (Quraisy) memiliki
sanak saudara dan kerabat di Mekkah. Hubungan kekerabatan menjadi penghalang
mereka menggangu dan menyakiti umat Islam. Kafir Quraisy takut
terhadap suku dan kabilah seorang Muslim, mereka menghindar untuk tidak menyakitinya.
5.
Proses Hijrah Nabi Muhammad Ke Madinah
Umat Islam di Makkah mayoritas telah hijrah
ke Madinah, kecuali Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib. Keduanya menemani Nabi
Muhammad saw sampai mendapat perintah dari Allah swt untuk berhijrah ke
Madinah. Adapun proses hijrah nabi Muhammad dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Ali Menggantikan Nabi
Muhammad di tempat tidurnya
Kafir
Quraisy
berencana membunuh Muhammad
untuk mencegah nabi saw hijrah ke Madinah. Sebelum turun perintah hijrah, nabi
Muhammad sudah meminta Abu Bakar untuk menemaninya.Ketika turun perintah hijrah
dari Allah SWT, Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar meninggalkan Makkah secara
diam-diam.
Pada
malam akan hijrah, Nabi Muhammad meminta
Ali bin Abi Talib untuk memakai mantelnya dan berbaring di tempat tidurnya.
Nabi Muhammad saw berpesan kepada Ali bin Abi Thalib, setelah Nabi hijrah,
untuk tinggal dulu di Mekah
b. Gua Tsur
Nabi
Muhammad dan Abu Bakar pergi ke Madinah melalui arah selatan dalam rangka
mengelabui kafir Quraisy. Mereka berdua menetap di dalam gua Tsur pada hari Jum’at, Sabtu, dan Ahad. Selama berada di gua Tsur, Nabi
Muhammad telah merencakan secara matang untuk mengamankan proses hijrahnya,
antara lain:
1) Abdullah bin Abu Bakar mendatangi gua setiap malam dan menyampaikan berita tentang rencana dan kegiatan kafir
Quraisy. Sebelum fajar ia sudah kembali ke Makkah sehingga
seolah-olah ia selalu berada di Makkah.
2) Amar bin Fuhairah menggiring domba-domba gembalaannya
ke dalam gua pada malam
hari sehingga Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar bisa minum susu domba.
Amar menggiring kembali domba-dombanya ke Makkah sebelum fajar setelah Abdullah
bin Abu Bakar kembali ke Makkah, agar jejak kaki Abdullah terhapus oleh jejak
domba-domba itu.
3) Abdullah bin Ariqat Laitsi, seorang
kafir yang dapat dipercaya dan bekerja sebagai pemandu yang diupah oleh Abu
Bakar datang ke gua Tsur, setelah hari ke-tiga, membawa dua ekor onta.
4) Pada waktu itu Abu Bakar menawarkan satu dari unta itu kepada Nabi saw sebagai hadiah. Namun beliau (SAW) memaksa membeli unta itu. Abu Bakar (RA) pun akhirnya bersedia menerima
pembayaran sebesar empat ratus dirham. Unta dikenal sebagai unta Nabi saw yang dinamai Quswa.
5) Dengan dipandu oleh Abdullah bin Ariqat, mereka berdua
memulai perjalanan menuju Madinah. Amar juga menyertai perjalanan mereka.
c. Suraqa
Ketika itu Quraisy mengadakan sayembara dengan hadiah seratus ekor unta
bagi orang yang dapat menyerahkan Nabi Muhammad saw. Ketika
terdengar kabar bahwa ada rombongan tiga orang sedang dalam perjalanan, mereka
yakin itu adalah Muhammad dan sahabatnya. Suraqa b. Malik b. Ju’syum, salah
seorang dari Quraisy, juga ingin memperoleh hadiah seratus ekor unta. Suraqah
mengendarai kuda yang cepat, sehingga ia bisa mengejar rombongan hijrah Nabi
SAW tersebut dan jaraknya semakin dekat.
Setelah jarak makin dekat, tiba-tiba kuda Suraqah terjerembab jatuh,
Nabi SAW terus saja berjalan tanpa memperdulikan Suraqah yang mengejarnya.
Setelah berhasil mendekati lagi, Suraqah menyiapkan anak panahnya, tetapi
lagi-lagi kudanya terjerembab, sementara Nabi SAW terus berjalan. Masih juga
penasaran, setelah berhasil membebaskan kudanya, ia mengejar lagi, tetapi untuk
ketiga kalinya, kudanya terjerembab dan kali ini diikuti dengan debu yang
bertaburan di udara. Sadarlah Suraqah bahwa orang yang dikejarnya bukanlah
orang sembarangan.
Setelah berhasil membebaskan kudanya dan tidak ada lagi niat untuk
menangkap atau membunuh Nabi SAW, ia berhasil mendekati rombongan beliau dan
memanggilnya. Setelah berhadapan dengan Nabi SAW, ia meminta maaf dan memohon
untuk tidak diapa-apakan. Ia juga menawarkan untuk memberikan perbekalan yang
dibawanya. Nabi SAW memaafkannya tetapi menolak pemberiannya.
b. Masjid Quba'
Setelah
menempuh perjalanan 7 hari, Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar sampai di Quba’,
sebuah desa yang terletak dua mil di selatan Madinah. Beliau membangun Masjid
dan merupakan Masjid pertama dalam sejarah Islam. Beliau tinggal di Quba’
selama empat hari. Pada Jum’at pagi beliau berangkat dari Quba’ menuju ke
Madinah. Ketika sampai di perkampungan Bani Salim bin Auf, waktu shalat Jum’at tiba. Nabi Muhammad
melaksanakan shalat jumat disana. Inilah Jum’at dan khutbah yang pertama dalam
Islam.
c. Tiba di Madinah
Setelah
sampai di Madinah,
program pertama beliau adalah menentukan
tempat di mana akan dibangun Masjid. Beliau melepaskan untanya dan menetapkan tempat berhenti
untanya sebagai masjid. Ternyata untanya
berhenti di tanah milik dua orang anak yatim, yaitu Sahal dan Suhail. Nabi saw minta keduanya untuk menjual tanahnya. Namun keduanya ingin memberikan tanahnya
sebagai hadiah. Tapi
Nabi saw tetap ingin membayar harga tanah itu sebesar sepuluh dinar.
Nabi
Muhammad saw tinggal di rumah Abu Ayyub al Anshari sampai selesai pembangunan Masjid
Nabawi dan tempat
tinggal beliau. Seluruh sahabat bersama Nabi sawikut membangun Masjid
Nabawi, sebagaimana mereka melakukan bersama-sama dalam pembangunan Masjid
Quba’.
Beberapa hari kemudian, istri Nabi (SAW); Saudah (RA); dua putri beliau
Fatimah (RA) and Ummu Kulsum (RA), Usamah bin Zaid (RA), ‘Aisyah (RA) dan Ummu
Aiman (RA) juga menyusul hijrah ke Madinah dibawah kawalan Abdullah bin Abu
Bakar (RA). Adapun putri beliau seorang lagi, Zainab (RA), baru diijinkan
hijrah ke Madinah setelah terjadi peperangan Badar.
